Rembug Inovasi Desa digelar di Bumi Perkemahan Awilega, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu (10/5). Rembug Inovasi Desa dikuti oleh 24 desa dari 4 kabupaten, yaitu Majalengka, Ciamis, Indramayu, dan Banyumas. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Gedhe Foundation, dan para pendamping desa.

Rembug Inovasi Desa membahas strategi kreatif-inovatif untuk menyelesaikan permasalahan di wilayah perdesaan. Rembug Inovasi Desa merupakan ruang dan sarana bagi desa untuk berbagi dan menyebarluaskan praktik berdesa. Lewat rembug ini, pusparagam pengetahuan dan pengalaman itu dapat menjadi kekuatan bersama desa untuk menghadapi setiap peluang dan tantangan di wilayahnya.

Rembug Inovasi Desa diikuti oleh Tim Balilatfo Kementerian Desa PDTT, Pokja Desa Kementerian Desa PDTT, Camat Sindangwangi, Kepolisian Sektor Sindangwangi, Desa Tanjungsari, Desa Jayi, Desa Bantaragung, Desa Muktisari, Desa Loji, Desa Mekarsari, Desa Sukarajakulon, Desa Tenjolayar, Desa Girimukti (Majalengka); Desa Kalensari, Desa Widasari, Desa Ujungaris (Indramayu), Desa Ciherang, Desa Sukasari, Desa Banjaranyar, Desa Cikupa (Ciamis), Desa Wlaharwetan (Banyumas), dan sejumlah pendamping desa di Kabupaten Majalengka.

Selama Rembug berlangsung, para peserta menggali, mendokumentasikan, sekaligus berbagi atas beragam inovasi yang telah diambil oleh pemerintah desa dalam penguatan kehidupan berdesa, terutama perencanaan program pembangunan dan pemberdayaan desa.

Inisiatif dan praktik inovasi desa mampu melahirkan beragam perubahan mendasar dalam tata kelola desa. Ambil contoh, inisiatif desa untuk mempublikasikan anggaran desa melalui baliho di tempat-tempat strategis mampu menjaga kepercayaan publik atas pemerintah desa.