bank-sampah-desa-mungli-ubah-sampah-jadi-berkah

Proses olah sampah oleh warga Desa Mungli secara mandiri, 22/07/2017.

Warga Desa Mungli memanfaatkan sampah menjadi lebih bermanfaat dan berguna dari segi ekonomi. Bahkan, dari sampah mereka menjadikannya sebuah bank yang lebih dikenal dengan sebutan bank sampah.

Kepala Desa Mungli, Sutrisno mengatakan, ide awal pembentukan bank sampah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan desa sehat yang bebas dari sampah. Bank sampah ini, menurut Sutrisno, dirintis mulai Tahun 2013 dan berkembang hingga saat ini, kemudian di kembangkan lagi melalui suntikan kegaitan dari Dana Desa yang tertuang dalam APBDesa 2017.

“Ide awalnya untuk membuat lingkungan desa bersih dari sampah dengan memilah sampah yang bisa didaur ulang dan dijual kembali,” kata Sutrisno dan mendapatkan dukungan dari Warga Desa, Sebab Ide Besar dan sepele juga kadang tidak bisa jalan tanpa dungan aparat desa dan Masyarakat.

Dari sekedar memilah sampah ini, akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang bisa untuk memberdayakan ekonomi warganya. Warga datang menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah untuk kemudian ditimbang dan ditukar dengan uang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi ekonomi warga.

“Pengelola bank sampah adalah warga sendiri yang dikelola secara mandiri,”:

Nama Bank Sampah LESTARI
Alamat RT 01 RW 02 Desa Mungli Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan
Ketua Srihartatik
No Tlp; 085746666960
Kepala Desa Mugli Sutrisno.

Dari hasil menjual sampah di bank sampah desa, warga memanfaatkan untuk membeli pulsa listrik atau kebutuhan lainnya. Bagi pengurus bank sampah, uang laba dari sampah ini kemudian dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan juga untuk membantu kebutuhan sekolah siswa yang kurang beruntung.

Tak hanya warga, anak-anak juga memanfaatkan bank sampah ini untuk menambah uang jajan dan membiayai sekolahnya dengan mengumpulkan sampah dan menjualnya ke bank sampah di desanya.

Jika anak-anak seusianya bermain usai sekolah, siswa-siswa memanfaatkan waktu bermainnya dengan lebih bijak. Kemanapun perginya, membawa tas plastik dan memunguti sampah yang layak jual untuk disetorkan ke bank sampah. membayar SPP atau kebutuhan sekolahnya,

Selaku kepala desa, Sutrisno mengaku bangga dengan perilaku hidup bersih dan upaya mencari sampah layak jual seperti dilakukan oleh Luki. Sutrisno mengaku akan berusaha lebih mengenalkan bank sampah ini ke warga desa sekitar. “Kami akan berusaha mengenalkan bank sampah kami ini ke esa-desa sekitar sambil memberi contoh upaya kami ini,” dan Kades Trisno mengungkapkan dengan desa mendapat Dana Desa ini kedepan akhir tahun ini membuat BUMDes yang bisa mengakses semua kebutuhan warga dalam kebutuhan dan meningkatkan PADesa. (inh)