Ribuan pengunjung memadati sepanjang jalan bulak Pucang Sari, yakni di Jalan Slamet Cokro, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri puncak Festival Naga Berbunga Jambesari. Setelah hikmat berdoa mengharap keberkahan hasil pertanian yang dilakukan oleh umat lintas iman (Islam, Hindu, dan Nasrani), lalu masyarakat melepaskan ratusan lampion ke udara.

Festival Naga Berbunga merupakan agenda rutin Desa Jambewangi sehjak 2016. Masyarakat antusias mengikuti festival itu, bahkan bisa dikatakan membludak. Festival ini sendiri merupakan inovasi dari even selamatan kampung musim kawin (polinasi) pohon buah naga yang mulai memasuki musim berbunga.

Potensi buah naga di Jambewangi cukup besar. Ada 500 sampai 600 Hektar lahan pertanian yang ditanami buah naga. Komoditas buah naga semakin melengkapi potensi pertanian yang selama ini menjadi mata pencaharian utama 24 ribu penduduk Jambewangi.

Nama Inovasi Festival Naga Berbunga
Pengelola Kelompok Sadar Wisata Desa Jambesari
Alamat Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Penanggung Jawab Suprayitno (Kepala Desa Jambesari)
Kontak 081241158529
Fasilitas Pelepasan Lampion, pameran produk UMKM, pameran kuliner, pertunjukan seni tradisi dan budaya, makan buah naga segar

Festival yang digagas oleh para pemuda-pemudi desa serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jambewangi itu tak semata mengangkat buah naga saja. Namun, juga ingin mengangkat potensi desa yang lain guna diperkenalkan ke khalayak luas. Mulai dari berbagai produk UMKM, kuliner sampai tradisi dan budaya masyarakat setempat. Kini, Festival ini sudah masuk dalam jadwal Festival Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Warga terlibat penuh dalam pelaksanaan hingga pendanaan. Selain menggunakan dana kas desa, juga banyak warga yang ikut menyumbang dalam pelaksanaan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan membeli lampion. Lampion yang dilepas itu, merupakan bentuk iuran warga untuk acara ini. Mereka menebus lampion seharga Rp 20.000. Dari keuntungan itu, dibuat untuk membantu pembiayaan ini. Setidaknya ada 1.000 lampion yang diterbangkan saat festival berlangsung.