Siapa sangka Melung, sebuah desa kecil yang berada di lereng Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah dikenal sebagai desa melek internet.

Awal ceritanya, pada 2008, Kepala Desa Melung memprakarsai pendirian antena koneksi internet produk layanan teknologi CDME. Kurang puas dengan saluran internet yang ada, pada 2009, Desa Melung beralih ke teknologi internet berbasis kabel.

Untuk memperluas jangkauan di setiap penjuru desanya, Pemerintah Desa Melung memasang antena omni dan Wi-Fi untuk mengembang RT/RW net. Hingga akhirnya Desa Melung yang luasnya 1.320 hektar itu tercover oleh sambungan internet.

Masyarakat desapun hampir semuanya bisa berinternetan. Uniknya hampir setiap warga Desa Melung kini sudah memiliki akun sosial media, facebook dan twitter.

Nama Inovasi Desa Melek Internet
Pengelola Pemerintah Desa Melung
Alamat Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Penanggung jawab Khaerudin (Kepala Desa Melung)
Kontak +62 857-2625-2441
Website http://melung.desa.id

Para warga Desa Melung tidak membutuhkan ruang khusus untuk belajar dan bertatap muka langsung seperti kalau belajar di sekolah. Mereka bisa saling berbagi informasi dari internet lewat akun sosial media yang mereka miliki. Warga juga mulai membiasakan diri browsing untuk keperluan ilmu dan teknologi bercocok tanam (agribisnis) atau hal apa saja di desanya secara real time.

Dengan adanya akses internet gratis, masyarakat dapat mengetahui perkembangan harga pertanian untuk hasil panen mereka di pasar. Desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Banyumas, selama ini dikenal memiliki potensi perikanan, khususnya ikan gurame. Dengan adanya internet, peternak gurameh akan lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya itu. Dengan demikian seluruh aset dan potensi desa bisa lebih dikenal orang lain.

Di area kantor Desa Melung, mereka memiliki layanan ruang belajar komputer untuk warga desa. Layanan itu menjadi media belajar masayarakat desa, baik kalangan kelompok petani, kelompok perempuan, kelompok pemuda, maupun kelompok ekonomi desa. Untuk perawatan, para pengguna berkontribusi lewat kotak infak semampu mereka.