radio-ruyuk-fm-media-komunikasi-warga-desa-mandalamekar

Radio Ruyuk FM merupakan radio komunitas berbasis penghijauan dan budaya lokal di Desa Mandalamekar. Radio ini memiliki keunikan dalam proses pendirian, manajemen program siaran, keterlibatan perempuan, maupun beragam prestasi yang telah dicapainya.

Radio ini didirikan pada 2007 oleh para pegiat kelompok swadaya masyarakat Mitra Alam Munggaran (MAM). Keberadaan Radio Ruyuk FM mendorong kelompok komunitas, termasuk kelompok perempuan, untuk memproduksi dan membagi begaram informasi tentang pelestarian hutan, budaya lokal, dan lingkungan masyarakat.

Nama Inovasi Radio Komunitas Ruyuk FM
Pengelola Pemerintah Desa Mandalamekar
Alamat Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat
Kontak Person Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar)
Telepon +62-852-2329-1633
Website http://mandalamekar.desa.id

Program utama Radio Ruyuk FM pada pelestarian hutan membangun kebersamaan warga Desa Mandalamekar dalam menangani dan mengelola sumber mata air di hutan. Upaya warga melestarikan hutan dan mengelola sumber mata air, mengantarkan Desa Mandalamekar meraih penghargaan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Internasional.

Desa Mandalamekar dengan medan yang berbukit dan lembah mengharuskan pemerintah desa memikirkan cara untuk mempermudah komunikasi dengan warganya. Radio komunitas dipilih untuk menjembatani sulitnya komunikasi antarwarga yang satu dengan lainnya. Nama Ruyuk dipilih karena selain berarti hutan belukar yang menjadi keprihatinan masyarakatnya, juga mudah diucapkan.

Moto Radio Komunitas Ruyuk 107.8 FM adalah Leuweung Hejo Rakyat Ngejo, Leuweung Ruksak Rakyat Balangsak. Moto ini mempunyai arti yang sangat besar bagi masyarakat Desa Mandalamekar karena hidupnya sangat tergantung pada ketersediaan sumber mata air untuk bertani. Keberadaan radio pun difungsikan untuk memperkuat keberadaan hutan lindung atau hutan mata air yang selama ini terganggu akibat tidak dikelola dengan baik. Program acara radio disusun untuk memperkuat gagasan tersebut.

Penggunaan bahasa Sunda telah mampu membuat semangat kedaerahan tumbuh kembali. Radio ini tumbuh menjadi media bagi pemerintah desa dan masyarakatnya untuk berbagi informasi tentang pembangunan. Keberadaan radio komunitas memberi kesadaran akan pentingnya hak atas informasi. Perlahan tapi pasti radio komunitas menjadi media penguatan aspirasi warga dan peningkatan ekonomi.