Desa Sukanegara selalu mengedepankan aspek keswadayaan masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan desa. Meski desa ini telah mendapat dukungan Dana Desa (DD), selama 2015-2017, kemauan warga untuk terlibat dalam program pembangunan tergolong cukup tinggi.

Masyarakat ikut menyumbang tenaga kerja melalui bergotong royong, mereka juga mengumpulkan dana swadaya untuk menyokong kegiatan pembangunan. Inovasi Desa Sukanegara dalam melibatkan masyarakat dalam tata kelola desa patut direplikasi oleh desa-desa lainnya.

Desa Sukanegara berkedudukan di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Lokasi Desa Sukanegara terletak di pusat pemerintahan kecamatan. Pemerintah Desa Sukanagara dikenal mampu membangun keterlibatan dan keswadayaan masyarakat dalam program pembangunan desa.

Pemerintah Desa Sukanegara membangun keswadayaan masyarakat melalui iuran rutin berupa gabah kering sebanyak 40 Kg pertugu atau tiap rumah. Selain itu, ada iuran warga yang bersifat sukarela, besaran nominal yang diberikan tidak ditentukan, ada yang menyumbang Rp 50.000, 100.000, ada juga yang 1 juta. Semua tergantung keikhlasan dan kemampuan masing-masing warga desa.

Nama InovasiKeswadayaan Masyarakat
PengelolaPemerintah Desa Sukanegara
AlamatDesa Sukanegara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
KontakiDirsan (Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan Desa Sukanegara)
Telepon+62-821-2102-1564

Keberhasilan Desa Sukanagara dalam membangun keswadayaan warga tak dapat dilepaskan dari kepemimpinan sang kepala desa, Amirudin. Amirudin selalu mengedepankan kebersamaan, baik di tingkat perangkat desa maupun masyarakat.

Peran perangkat desa mengacu pada tugas dan fungsi mereka. Sementara peran masyarakat melekat pada setiap tahapan program pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Peran aktif Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan para pendamping desa juga sangat diperhatikan.

Pemerintah Desa Sukanegara memandang kunci keberhasilan pembangunan terletak partisipasi masyarakat. Sejak 2015, Desa Sukanegara mendapat Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sebagai konsekwensi penerapan Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa.

Namun, mereka menempatkan ADD dan DD sebatas bentuk subsidi dari negara untuk merealisasikan program pembangunan. Sumber pendanaan utama pembangunan desa tetap terletak pada kemampuan pendanaan swadaya masyarakat sebagai bentuk desa mandiri dan berdaulat.

Nilai gotong-royong dan keswadayaan merupakan modal sosial yang menjadi ciri khas dunia perdesaan. Desa Sukanegara terus menjaga praktik gotong-royong dan swadaya supaya tidak hilang terkikis zaman.

Iuran masyarakat pertugu atau tiap rumah terus dipertahankan untuk menjamin kelancaran pembangunan di desa. Selain itu, keswadayaan masyarakat mendorong pelaksanan pembangunan menjaga mutu infrastruktur dan sarana/prasaran semakin baik.

Masyarakat Desa Sukanegara selalu antusias saat terlibat dalam pembangunan desa. Mereka ikut mempersiapkan material bahan bangunan, seperti pasir, batu, dan krakal secara mandiri sehingga volumenya lebih besar dari harga normal. Gotong-royong dan keswadayaan masyarakat mampu melahirkan nilai ekonomi dan efisiensi anggaran dalam pembangunan desa.

Bentuk keswadayaan masyarakat terlihat pada pembangunan jalan beton di lingkungan RT 8, Dusun Sukanagara. Masyarakat menyumbang tenaga kerja dan material jalan seperti batu, pasir, dan lainnya. Pos pendanaan dari Dana Desa digunakan untuk pembelian semen dan penyewaan molen pengaduk material.

Dengan spesifikasi ketebalannya 17 cm dan lebar 3 meter, masyarakat mampu membangun jalan sepanjang 210 meter. Dengan jumlah besaran dana yang sama, desa sebelah hanya mampu membangun jalan sepanjang 110 meter.

Hirzudin, Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis